
PETENIS nomor satu dunia, Jannik Sinner, berhasil melangkah mulus ke putaran ketiga Wimbledon setelah mencatat kemenangan meyakinkan atas Nuno Borges di Centre Court, All England Club, Rabu (1/7). Sinner menang tiga set langsung dengan skor 7-6(4), 7-6(2), dan 6-4.
Kemenangan ini sekaligus menghindarkan Sinner dari drama lima set yang sempat ia alami di putaran pertama. Juara bertahan Wimbledon tersebut menunjukkan kematangan mental dengan meningkatkan level permainannya di momen-momen krusial, terutama saat menghadapi dua kali fase tie-break di set pertama dan kedua.
“Senang sekali bisa menang. Saya sekarang sudah meraih dua kemenangan minggu ini,” ujar Sinner sebagaimana dikutip dari ATP.
Dalam pertandingan yang berlangsung selama 2 jam 32 menit tersebut, Sinner tampil lebih konsisten dibandingkan laga sebelumnya saat melawan Miomir Kecmanovic.
Menghadapi Borges, yang berperingkat 48 dunia, Sinner mencatatkan 47 winner dan 30 unforced error. Meski sempat memberikan celah bagi Borges untuk mematahkan servisnya, Sinner mampu merespons dengan mematahkan servis lawan dua kali pada awal set ketiga untuk mengunci kemenangan.
Kemenangan ini juga menorehkan sejarah baru bagi tenis Italia. Sinner kini mengoleksi 95 kemenangan di babak utama Grand Slam, melampaui rekor Nicola Pietrangeli sebagai petenis Italia dengan jumlah kemenangan terbanyak di turnamen mayor.
| Statistik Pertandingan | Jannik Sinner |
|---|---|
| Skor Akhir | 7-6(4), 7-6(2), dan 6-4 |
| Durasi Pertandingan | 2 Jam 32 Menit |
| Winner | 47 |
| Unforced Error | 30 |
| Rekor Kemenangan Grand Slam | 95 (Rekor Italia) |
Di babak ketiga, Sinner dijadwalkan bertemu dengan petenis Amerika Serikat, Jenson Brooksby. Brooksby melaju setelah mengalahkan unggulan ke-31, Ignacio Buse.
Pertemuan ini akan menjadi ajang balas dendam bagi Brooksby yang sebelumnya kalah dua set langsung dari Sinner pada pertemuan pertama mereka di Washington pada 2021.
Sinner kini berupaya menjadi petenis putra ke-10 di era Open yang mampu mempertahankan gelar Wimbledon. Ambisi ini muncul dua tahun setelah rival utamanya, Carlos Alcaraz, berhasil masuk ke dalam daftar elite tersebut.
Terutama di babak pertama, saya merasakan kurang pengalaman bertanding. Tentu saja, kami ingin meningkat dan menjadi sedikit lebih baik,” pungkas Sinner mengenai performanya di rumput All England Club tahun ini.
